Pada bagian tanaman seperti yang tercantum di bawah ini dapat
dimanfaatkan sebagai obat. Bagian tanaman terdiri dari bagian daun,
kulit batang, buah, biji, bahkan pada bagian akarnya.[5]
Daun
No. Nama Tanaman Khasiat dan Manfaat
1. Daun dewa (Gynura Segetum)
Mengobati muntah darah dan payudara bengkak
2. Seledri
Mengobati tekanan darah tinggi
3. Belimbing Mengobati tekanan darah tinggi
4. Kelor
Mengobati panas dalam dan demam
5. Daun bayam duri
Mengobati kurang darah
6. Kangkung
Mengobati insomnia
7. Saga (Abrus precatorius)
Mengobati batuk dan sariawan
8. Pacar cina (Aglaiae ordorota Lour) Mengobati penyakit gonorrhoe (penyakit kelamin)
9. Landep (Barleriae prionitis L.)
Mengobati rematik
10. Miana (Coleus atropurpureus Bentham) Mengobati wasir
11. Pepaya (Carica papaya L.)
Mengobati demam dan disentri
12. Jintan (Coleus amboinicus) Mengobati batuk, mules, dan sariawan
13. Pegagan (Cantella asiatica Urban) Mengobati sariawan dan bersifat astringensia (mampu membasmi bakteri)
14. Blustru (Luffa cylindrice Roem) Bersifat diuretik (peluruh air seni)
15. Kemuning (Murrayae paniculata Jack) Mengobati penyakit gonorrhoe
16. Murbei (Morus indica Rumph)
Bersifat diuretik
17. Kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth) Bersifat diuretik
18. Sirih (Chavica betle L.)
Mengobati batuk, antiseptika (membunuh mikroorganisme berbahaya), dan obat kumur
19. Randu (Ceiba pentandra Gaerth) Sebagai obat mencret dan kumur
20. Salam (Eugenia polyantha Wight) Bersifat astringensia
21. Jambu biji (Psidium guajava L.) Mengobati mencret
Batang
No. Nama Tanaman Khasiat dan Manfaat
1. Kayu manis (Cinnamomum burmanii) Mengobati penyakit batuk dan sesak
napas, nyeri lambung, perut kembung, diare, rematik, dan menghangatkan
lambung
2. Dadap ayam (Erythrina varigata Linn.Var.orientalis) Mengobati asma
3. Pulasari (Alyxia stellata Roem)
Obat perut kembung
4. Brotawali (Tonospora rumphii Boerl) Mengobati demam, sakit kuning, obat cacingan, kudis, dan diabetes
5. Kemukus (Piper cubeba L.)
Obat radang selaput lendir saluran kemih
6. Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) Sebagai antiseptik, sehingga dapat dipakai sebagai obat kumur
7. Delima (Punice granatum L.)
Sebagai anti cacing pita (obat antelmentika)
Buah
No. Nama Tanaman Khasiat dan Manfaat
1. Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) Mengobati penyakit demam, batuk
kronis, kurang darah, menghentikan kebiasaan merokok, menghilangkan bau
badan, menyegarkan tubuh, dan memperlancar buang air kecil
2. Cabai merah (Capsicum annuum L.) Obat gosok untuk penyakit rematik dan masuk angin
3. Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) Mengobati penyakit batuk, melegakan napas, dan mencairkan dahak
4. Mengkudu (Morinda citrifolia) Mengobati penyakit radang usus, susah
buang air kecil, batuk, amandel, difetri, lever, sariawan, tekanan darah
tinggi, dan sembelit
5. Kemukus (Piper cubeba L.)
Obat radang selaput lendir saluran kemih
6. Kapulaga (Elettaria cardamomum Maton) dan ketumbar (Coriandrum sativum L.) Obat antikembung
Biji
No. Nama Tanaman Khasiat dan Manfaat
1. Kecubung (Datura metel) Mengobati penyakit asma, bisul, dan anus turun
2. Kapur barus (Dryobalanops aromatica Gaertn.) Mengobati gangguan pencernaan
3. Pinang (Areca catecha L.) Tepung biji pinang berkhasiat sebagai obat antelmentika, terutama terhadap cacing pita
4. Kedawung (Parkia biglobosa Bentham) Sebagai bahan obat sakit perut, mulas, diare, dan bersifat astringensia
5. Pala (Myristica)
Mengatasi perut kembung, sebagai stimulansia setempat terhadap saluran
pencernaan, bahan obat pembius, menyebabkan rasa kantuk, dan
memperlambat pernapasan
6. Jamblang (Eugenia cumini Merr) Sebagai bahan obat untuk menyembuhkan penyakit kencing manis (diabetes)
Akar
No. Nama Tanaman Khasiat dan Manfaat
1. Pepaya (Carica papaya L.) Obat cacing
2. Aren (Arenga pinnata Merril) Obat diuretik
3. Pule pandak (Rauwolfia serpentina Benth) Obat antihipertensiva dan gangguan neuropsikhlatrik, seperti tekanan darah tinggi
Umbi atau rimpang
No. Nama Tanaman Khasiat dan Manfaat
1. Bangle (Zingiber purpureum Roxb.) Mengobati sakit kepala, susah buang
air besar, nyeri pada perut, sakit kuning, perut kembung, dan
melangsingkan tubuh
2. Jahe (Zingiber officinale Rosc.) Menghangatkan badan, mengobati sakit pinggang, asma, muntah, dan nyeri otot
3. Kencur (Kaempferia galanga L.) Mengobati sakit kepala, obat batuk, melancarkan keringat, dan mengeluarkan dahak
4. Kunyit (Curcuma domestica Val.) Mengobati diare, masuk angin, hepatitis, dan kejang-kejang
5. Lempuyung (Zingiber zerumbel) Obat pelangsing, penambah nafsu makan, disentri, dan diare
6. Lengkuas (Languas galanga L.Stunzt) Mengobati panu, serta bersifat antifungi dan anti bakteri
7. Temu giring (Curcuma heynaena Val.) Obat anti cacing, sakit perut, dan melangsingkan tubuh
8. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Mengatasi sembelit, memperbanyak ASI, dan memperkuat sekresi empedu
9. Temu hitam (Curcuma aeroginosa Roxb.) obat anti cacing, mencegah kelesuan, dan memperlancar peredaran darah
10. Alang-alang (Imperata cylindrica Beav.) Obat untuk memperlancar air seni (diuretik)
Gambar Berbagai Jenis Tanaman Obat Tradisional
Daun sirih
Kayu manis
Buah mengkudu
Biji pinang
Akar pohon aren
Temulawak
Daun pepaya
Pohon delima
Faktor peningkatan penggunaan tanaman obat
Kecenderungan meningkatnya penggunaan obat tradisional didasari oleh beberapa faktor, yaitu:[6]
1. Pada umumnya, harga obat–obatan buatan pabrik yang sangat mahal,
sehingga masyarakat mencari alternatif pengobatan yang lebih murah.
2. Efek samping yang ditimbulkan oleh obat tradisional sangat kecil dibandingkan dengan obat buatan pabrik.[6]
3. Kandungan unsur kimia yang terkandung di dalam obat tradisional
sebenarnya menjadi dasar pengobatan kedokteran modern. Artinya,
pembuatan obat–obatan pabrik menggunakan rumus kimia yang telah
disentetis dari kandungan bahan alami ramuan tradisional.
Referensi
1. ^ a b c d e Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga) untuk Kesehatan Keluarga, library.usu.ac.id. Diakses pada 24 Juli 2010.
2. ^ a b c d e f g h i j k l m n Sejarah Tanaman Obat, Rizhosu. Diakses pada 28 Mei 2010.
3. ^ a b c d e f g Sejarah Penggunaan Tanaman Obat-Obatan , Stifar. Diakses pada 5 Juni 2010.
4. ^ a b c d (en) A History of Chinese Herbs and Medicine, Life123. Diakses pada 5 Juni 2010.
5. ^ Hariana, H. Arief. (2006). Tumbuhan Obat & Khasiatnya 3. Jakarta:Swadaya. ISBN 979-002-008-2, 9789790020085. Hal 5-9.
6. ^ a b Salan,Rudy. (2009). Penelitian faktor-faktor
psiko-sosio-kultural dalam pengobatan tradisional pada tiga daerah,
Palembang, Semarang, Bali. Jakarta. Badan Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan, Pusat Penelitian Kanker dan Pengembangan Radiologi,
Departemen Kesehatan RI. Hal 40.
7. ^ a b c d e f g h i j Santoso, Hieronymus Budi. (2008). Ragam dan
Khasiat Tanaman Obat. Jakarta Selatan. Agromedia Pustaka. Hal 50.
Sumber:Wikipedia.org
MAHERA "Rumah Herbal An Naura" adalah blog sosialisasi, pendidikan dan bisnis penjualan produk - produk herbal berkhasiat untuk pengobatan ataupun pencegahan penyakit, halal dan murah, telah terdaftar di Badan POM RI, LPPOM MUI, dan Dinas Kesehatan serta berisi tulisan pribadi tentang pernak-pernik kehidupan sehari-hari
Tampilkan postingan dengan label perkembangan obat herbal di Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perkembangan obat herbal di Indonesia. Tampilkan semua postingan
Selasa, 22 Mei 2012
Kamis, 12 April 2012
Perkembangan Obat Herbal di Indonesia
Apakah perbedaan antara rempah-rempah dan biofarmaka?
Biofarmaka adalah sediaan dari bahan alam (nabati maupun hewani) yang mempunyai efek farmakologis, untuk makanan/minuman, suplemen makanan, kosmetik, maupun obat. Rempah-rempah termasuk dalam biofarmaka.
Apa perbedaan antara rempah dan bahan obat herbal?
Sebagai bahan rempah/pangan, tidak dituntut pemenuhan standar/persyaratan tertentu, khususnya menyangkut persyaratan instrinsik. Sebagai obat herbal, dituntut pemenuhan standar/persyaratan tertentu khususnya menyangkut faktor instrinsik. Contohnya, Badan POM telah melakukan sandingan terhadap sekitar 25 hasil penelitian mengenai daun salam dari tempat yang berbeda-beda. Ternyata kandungan senyawa kimianya berbeda-beda. Untuk dapat dijadikan bahan obat herbal, seharusnya tidak boleh ada perbedaan.
Mengapa masih banyak masyarakat maupun pelayanan kesehatan enggan menggunakan obat asli Indonesia. Bila obat herbal tersebut berasal dari luar negeri mereka mudah mengkonsumsinya?
Saya kira tidak, hanya masyarakat tertentu yang demikian. Agar obat herbal dapat diterima masyarakat luas baik dalam negeri maupun luar negeri dan dapat dipakai di pelayanan kesehatan, mau tidak mau obat herbal tersebut harus didukung dengan penelitian. Mestinya masyarakat paham bahwa obat tradisional bermanfaat bagi kesehatan mereka dan mereka harus dapat memilih bahwa suatu produk itu terdaftar atau teregistrasi di Badan POM.
Di samping itu pihak industri juga harus mengembangkan sistem mutu. Misalnya, pembuatan obat tradisional yang baik, mengikuti kaidah-kaidah internasional sehingga mutunya akan lebih terjamin. Mereka juga harus mengembangan penelitian kalau ingin memiliki produk yang kuat.
Sebenarnya apa kriteria obat herbal itu?
Ada tiga kriteria untuk obat herbal yaitu jamu, obat herbal terstandar dan fitofarmaka. Ketiga kriteria ini nanti masing-masing akan diberi logo khusus. Jamu adalah sediaan obat herbal Indonesia yang keamanan dan khasiatnya telah diketahui secara turun temurun berdasarkan pengalaman (empiris). Bentuk sediaannya berupa serbuk, pil, cairan, tapel, boreh dan sejenisnya. Obat herbal terstandar adalah sediaan obat herbal Indonesia yang dibuat dari bahan berupa ekstrak atau serbuk yang telah distandarisasi. Status keamanan dan khasiatnya telah dibuktikan secara ilmiah yaitu uji pra-klinik (menggunakan hewan percobaan). Bentuk sediaan biasanya berupa tablet atau kapsul.
Fitomarmaka adalah sediaan obat herbal Indonesia yang sudah dilakukan uji klinik secara lengkap. Dengan uji klinik akan lebih meyakinkan para profesi medis untuk menggunakan obat herbal di sarana pelayanan kesehatan. Masyarakat juga bisa didorong untuk menggunakan obat herbal karena ada manfaatnya jelas dengan pembuktian.
Di Indonesia sebagian besar produk obat herbal masih berupa jamu, sehingga baru sampai untuk pencegahan, belum bisa mengklaim sebagai obat. Mengapa?
Ya, karena bila mengklaim sebagai obat harus jelas pembuktiannya. Namun demikian, jamu bisa juga diklaim sebagai jamu asal ada keterangan 'secara tradisional dan turun temurun bisa dipakai untuk obat misalnya menurunkan demam'. Bagi obat herbal yang sudah dilakukan uji pra-klinik juga bisa mencantumkan bahwa obat tersebut sudah sampai pada uji pra-klinik.
Di Indonesia sudah berapa jenis fitofarmaka yang terdaftar dan apa kendalanya?
Baru ada empat. antara lain: untuk obat tekanan darah tinggi, obat rematik, diare. Kendalanya disamping biaya, juga harus ada kemauan yang kuat dari pihak industri untuk melakukan research and development. Biaya untuk riset bila dilakukan pemerintah bisa sampai Rp 300 juta per jenis. Sedangkan, kalau dilakukan swasta bisa di atas Rp 500 juta, karena pelaksana uji klinis akan meminta biaya jasa, berbeda halnya bila uji klinis dilakukan di pemerintah, jasa pelaksana tidak dibayar. Kalau teknologi bisa beli mesin yang bagus dan SDM sudah banyak yang terlatih.
Apa yang dilakukan Badan POM untuk mengembangkan obat herbal?
Dalam dua tahun ini (2002-2004) ada sembilan tanaman unggulan yang
dilakukan uji klinis (mengkudu, salam, jambu biji, temulawak, kunyit, cabe jawa, sambiloto, jahe merah, dan jati belanda) oleh Badan POM bekerja sama dengan perguruan tinggi. Ini diharapkan sebagai dorongan bagi pihak industri farmasi. nri
Drs Ruslan Aspan MM
(Deputi II Bidang Pengawasan Obat Tradisional Kosmetika dan Produk Komplemen Badan POM)
diambil dari www.republikaonline.com tanggal 16 September 2003
Biofarmaka adalah sediaan dari bahan alam (nabati maupun hewani) yang mempunyai efek farmakologis, untuk makanan/minuman, suplemen makanan, kosmetik, maupun obat. Rempah-rempah termasuk dalam biofarmaka.
Apa perbedaan antara rempah dan bahan obat herbal?
Sebagai bahan rempah/pangan, tidak dituntut pemenuhan standar/persyaratan tertentu, khususnya menyangkut persyaratan instrinsik. Sebagai obat herbal, dituntut pemenuhan standar/persyaratan tertentu khususnya menyangkut faktor instrinsik. Contohnya, Badan POM telah melakukan sandingan terhadap sekitar 25 hasil penelitian mengenai daun salam dari tempat yang berbeda-beda. Ternyata kandungan senyawa kimianya berbeda-beda. Untuk dapat dijadikan bahan obat herbal, seharusnya tidak boleh ada perbedaan.
Mengapa masih banyak masyarakat maupun pelayanan kesehatan enggan menggunakan obat asli Indonesia. Bila obat herbal tersebut berasal dari luar negeri mereka mudah mengkonsumsinya?
Saya kira tidak, hanya masyarakat tertentu yang demikian. Agar obat herbal dapat diterima masyarakat luas baik dalam negeri maupun luar negeri dan dapat dipakai di pelayanan kesehatan, mau tidak mau obat herbal tersebut harus didukung dengan penelitian. Mestinya masyarakat paham bahwa obat tradisional bermanfaat bagi kesehatan mereka dan mereka harus dapat memilih bahwa suatu produk itu terdaftar atau teregistrasi di Badan POM.
Di samping itu pihak industri juga harus mengembangkan sistem mutu. Misalnya, pembuatan obat tradisional yang baik, mengikuti kaidah-kaidah internasional sehingga mutunya akan lebih terjamin. Mereka juga harus mengembangan penelitian kalau ingin memiliki produk yang kuat.
Sebenarnya apa kriteria obat herbal itu?
Ada tiga kriteria untuk obat herbal yaitu jamu, obat herbal terstandar dan fitofarmaka. Ketiga kriteria ini nanti masing-masing akan diberi logo khusus. Jamu adalah sediaan obat herbal Indonesia yang keamanan dan khasiatnya telah diketahui secara turun temurun berdasarkan pengalaman (empiris). Bentuk sediaannya berupa serbuk, pil, cairan, tapel, boreh dan sejenisnya. Obat herbal terstandar adalah sediaan obat herbal Indonesia yang dibuat dari bahan berupa ekstrak atau serbuk yang telah distandarisasi. Status keamanan dan khasiatnya telah dibuktikan secara ilmiah yaitu uji pra-klinik (menggunakan hewan percobaan). Bentuk sediaan biasanya berupa tablet atau kapsul.
Fitomarmaka adalah sediaan obat herbal Indonesia yang sudah dilakukan uji klinik secara lengkap. Dengan uji klinik akan lebih meyakinkan para profesi medis untuk menggunakan obat herbal di sarana pelayanan kesehatan. Masyarakat juga bisa didorong untuk menggunakan obat herbal karena ada manfaatnya jelas dengan pembuktian.
Di Indonesia sebagian besar produk obat herbal masih berupa jamu, sehingga baru sampai untuk pencegahan, belum bisa mengklaim sebagai obat. Mengapa?
Ya, karena bila mengklaim sebagai obat harus jelas pembuktiannya. Namun demikian, jamu bisa juga diklaim sebagai jamu asal ada keterangan 'secara tradisional dan turun temurun bisa dipakai untuk obat misalnya menurunkan demam'. Bagi obat herbal yang sudah dilakukan uji pra-klinik juga bisa mencantumkan bahwa obat tersebut sudah sampai pada uji pra-klinik.
Di Indonesia sudah berapa jenis fitofarmaka yang terdaftar dan apa kendalanya?
Baru ada empat. antara lain: untuk obat tekanan darah tinggi, obat rematik, diare. Kendalanya disamping biaya, juga harus ada kemauan yang kuat dari pihak industri untuk melakukan research and development. Biaya untuk riset bila dilakukan pemerintah bisa sampai Rp 300 juta per jenis. Sedangkan, kalau dilakukan swasta bisa di atas Rp 500 juta, karena pelaksana uji klinis akan meminta biaya jasa, berbeda halnya bila uji klinis dilakukan di pemerintah, jasa pelaksana tidak dibayar. Kalau teknologi bisa beli mesin yang bagus dan SDM sudah banyak yang terlatih.
Apa yang dilakukan Badan POM untuk mengembangkan obat herbal?
Dalam dua tahun ini (2002-2004) ada sembilan tanaman unggulan yang
dilakukan uji klinis (mengkudu, salam, jambu biji, temulawak, kunyit, cabe jawa, sambiloto, jahe merah, dan jati belanda) oleh Badan POM bekerja sama dengan perguruan tinggi. Ini diharapkan sebagai dorongan bagi pihak industri farmasi. nri
Drs Ruslan Aspan MM
(Deputi II Bidang Pengawasan Obat Tradisional Kosmetika dan Produk Komplemen Badan POM)
diambil dari www.republikaonline.com tanggal 16 September 2003
Rabu, 25 Januari 2012
21 Jenis (Tanaman) Herbal Berkhasiat Obat
1. Lempuyang Emprit = Zingiber Amaricans
Kandungan senyawa :
Minyak Atsiri = Sekuiterpenketon (u/ turunkan panas)
umumnya yg digunakan adl : rimpangnya (warnanya putih kekuningan, rasanya pahit)
2. Kunyit = Curcuma Longa
Kandungan senyawa :
Minyak Atsiri, Curcumin, turmeron & Zingiberen yg berfgs sbg anti-bakteri, anti-oksidan & anti-inflamasi (anti-radang). Selain sbg penurun panas, campuran ini jg dpt meningkatkan daya tahan tubuh.
Umumnya yg digunakan adl : rimpangnya, (warnanya pranye)
3. Sambiloto = Andrographis Paniculata
Seluruh bagian tanamannya dpt digunakan (daun & batang)
Kandungan senyawa : Andrografolid Lactones (zat pahit), diterpene, glucosides & flavonoid yg dpt menurunkan panas, mineral (K, Ca, Na) Andrografolid : u menurunkan gula darah
Penelitian di Thailand bhw : 6 gr sambiloto sama efektifnya dgn parasetamol.
Khasiat : Atasi kencing-manis, meningkatkan kekebalan tubuh, atasi hepatitis, disentri, flu, demam, radang amandel, radang ginjal, paru, bronchitis, atasi kanker, TBC, hypertensi, kusta, keracunan, kencing nanah, kencing manis.
4. Pegagan = Centella Asiatica L. = Daun Kaki Kuda
Tumbuh liar dipadang rumput, tepi selokan, sawah atau ditanam sbg penutup tanah, sbg tanaman sayur, merayap menutupi tanah, daun warna hijau berbentuk spt kipas ginjal.
Hidup ditanah yg agak lembab, cukup sinar matahari atau agak terlindung.
Dapat ditemukan didataran rendah sampai daerah dgn ketinggian 2.5 m dpl.
Kandungan senyawa :
Triterpenoid, saponin, Hydrocotyline & Vellarine.
Kandungan Kimia :
Asam Asiatat, B-Karioneta, B-Kariofilen, B-Elemena, B-Farnesen, B-Sitosterol, Brahminosida, Asam Brahmat, Brahmosida, Asam Sentelat, Asam Sentolat, Asam Elaiodat, Iso-Tankunisida.
Manfaat : untuk penurun panas, re-vitalisasi tubuh & pembuluh darah, memperkuat struktur jaringan tubuh, radang hati disertai kuning.
Pegagan bersifat menyejukkan/mendinginkan, menambah tenaga & menimbulkan selera makan.
Digunakan u memperlancar aliran darah ke otak (makanan otak), shg tajam berfikir & meningkatkan saraf memory otak.
Daun :
Re-Vitalisasi sel & pembuluh darah, anti-infeksi, anti-bakteri, menurunkan panas & demam, diuretic, pembengkakan hati, meningkatkan kesuburan wanita, mengurangi gejala asma, mengobati hipotensi.
Herba :
Radang hati disertai kuning, campak, demam, sakit tenggorokan, asma, bronchitis, radang pleura, radang mata merah, keputihan, infeksi, batu saluran kencing, tekanan darah tinggi/hipertensi, rheumatism, pendarahan (muntah darah, batuk darah, mimisan, kencing darah), wasir, sakit perut, disentri, cacingan, tdk nafsu makan, lepra, TBC, keracunan makanan (jengkol, udang, kepiting), keracunan bhn kimia/obat2an.
5. Temulawak = Curcuma Xanthorhiza Roxb
Tumbuh liar dihutan jati & padang alang2, biasa terdpt ditempat terbuka yg terkena sinar matahari & tumbuh didataran rendah sampai dataran tinggi. Hasil maximal baiknya ditanam pd ketinggian 200-600 m dpl.
Penampilan mirip temu putih, hanya warna bunga & rimpangnya berbeda.
Bunga temulawak berwarna putih kuning atau kuning muda, sdgkan temu-putih berwarna putih dgn tepi merah. Rimpang temulawak berwarna jingga kecoklatan, sdgkan rimpang bagian dalam temu-putih berwarna kuning muda. Temulawak memiliki zat aktif : Germacrene, Xanthor-rhizol, Alpha-Betha-Curcumena, dll.
Manfaat :
Sbg anti-inflamasi (anti-radang), anti-biotik, meningkatkan produksi & sekresi empedu, segarkan badan.
Sejak dulu digunakan sbg : obat penurun panas, merangsang nafsu makan, mengobati sakit kuning, diare, maag, perut kembung & pegal2.
Kegunaan :
Menurunkan kolesterol, panas badan, sakit kuning, radang ginjal, radang kronis, kandung empedu, mencegah peny. Hati, menghilangkan rasa nyeri, menyegarkan badan, perut kembung, sembelit, diare, mengurangi rasa nyeri sendi, pegal linu, rematik, menambah ASI, memulihkan kesehatan stl melahirkan, haid tdk lancer, wasir, tonikum & anti-bakteri.
6. Temu Putih = Curcuma Zedoaria
Tumbuh ditanah yg gembur, subur, mengandung bhn organic yg tinggi, drainase yg baik.
Temu putih dpt tumbuh pd ketinggian 250-1000 m dpl.
Kandungan Kimia :
Ribosome Inacting Protein (RIP), Zat Anti-oksidan.
Kegunaan :
Nyeri waktu haid, tdk datang haid, pembersih darah stl melahirkan, memulihkan gangguan pencernaan makanan, sakit perut, rasa penuh & sakit didada, limpa, anti-kanker, atasi kista, masalah pada perut.
7. Bawang Merah = Allium Cepa L.
Kandungan senyawa :
Minyak Atsiri, Sikloaliin, Metilaliin, Kaemferol, Kuersetin & Floroglusin.
8. Daun Kembang Sepatu = Hibiscus Rosa Sinensis
Selain daun kembang sepatu, dpt jg digunakan daun sirih atau daun kapuk.
Kembang sepatu mengandung : Flavonoida, Saponin & Polifenol.
Daun Sirih mengandung : Flavonoida, Saponin, Polifenol & Minyak Atsiri.
Daun Kapuk mengandung : Flavonoida, Saponin & Tanin.
9. Bawang Putih = Garlic = Allium Sativum
Terbuat dr suing bwg-pth pilihan mjd serbuk kering bwg-pth.
Khasiat :
Menurunkan kadar lemak darah shg mengurangi resiko peny jantung, menurunkan hypertensi, meningkatkan daya tahan tubuh, menormalkan sirkulasi & kolesterol darah, menormalkan penglihatan rabun dekat, memperbaiki sys pencernaan, mengurangi gejala rematik, atasi kesemutan, de-toxifikasi racun & efektif sbg anti-biotik, anti-bakteri, anti-jamur & keputihan.
Kontra :
Tdk dianjurkan untuk darah rendah & pasien alergi terhadap bawang putih & tukak lambung.
Side efek : gangguan lambung
Kolesterol : Salah satu jenis lemak yg dibuat di hati & ditemukan pada makanan hewani.
Kolesterol diperlukan oleh fungsi tubuh yg penting untuk : Membangun dinding sel, lindungi jaringan saraf, membuat hormone.
Bila kelebihan kolesterol akan berdampak negative.
Type kolesterol :
k. Baik = HDL = High Density Lipo-protein : HDL dlm jml tinggi diperlukan u angkut LDL dr darah -> back ke hati u dihancurkan
k. Jahat/Buruk = LDL = Low Density Lipo-protein :Kadar LDL yg tinggi sebabkan : hypertensi, jantung, stroke, gagal ginjal.
Kolesterol sebabkan terbentuknya plak pd dinding pembuluh darah shg pembuluh drh mjd sempit, sp supply Oksigen u jar tbh macet.
Bila pembuluh drh yg macet pd : jantung -> serangan jantung, pd otak -> Stroke, pd ginjal -> gagal ginjal.
Dr. Yu-Yan Yeh : “Garlic include seny = Allir-Sulfur u hambat bio-sintesis kolesterol did lm hati.
Kandungan kimia :
Minyak atsiri, senyawa fosfor, tuberkulodis, dsb.
10. Meniran = Phyllanthus Ninuri L.
Tinggi tanaman hingga 1 m, tumbuh liar, daun berbentuk bulat tergolong daun majemuk bersirip genap.
Seluruh bagian tanaman ini dpt digunakan.
Kandungan senyawa :
Lignan, Flavonoid, Alkaloid, Triterpenoid, Tanin, Vitamin-C, dll.
Manfaat :
Menurunkan panas & meningkatkan daya tahan tubuh.
11. Lidah-Buaya = Aloe-Vera L.
Tumbuh liar ditempat berudara panas tapi sering ditanam di pot & pekarangan rumah sbg tanaman hias.
Kandungan kimia :
Aloin, Barbaloin, Aloe-Emolin, Aleonin, Aloesin
Kegunaan :
Anti-biotik, penghilang rasa sakit, merangsang pertumbuhan sel baru pd kulit, cacingan, susah buang air kecil, sembelit, batuk, diabetes, radang tenggorokan, menurunkan kolesterol.
12. Bee-Pollen
Bee-pollen adl : Serbuk sari bunga jantan yg diambil oleh lebah & digunakan sbg makanan pokok dari seluruh koloni lebah madu. (tepung sari bunga)
Kandungan kimia :
Protein (asam amino bebas), Vitamin (B-Complex & Asam Folat, Vit A-C-D-E), Beta-carotene, selenium, Lesitin, karbohidrat, mineral.
Asam Glutamat : zat aktif u sel jar. Otak, nafsu-makan pd anak, atasi epilepsy.
Kegunaan :
Meningkatkan daya tahan/kekebalan tubuh, memperlambat proses penuaan & menghaluskan muka, menurunkan kolesterol, memperlancar fungsi pencernaan, mengobati asma, meningkatkan kesuburan bagi pria & wanita, lancarkan peredaran darah merah & meningkatkan kadar Oksigen hingga 25% lebih banyak u konsentrasi & daya piker tajam dari anak2 s/d dewasa, tingkatkan stamina & vitalitas tubuh, turunkan kolesterol, atasi asma.
13. Bangle = Zingiber Purpureum Roxb. Purple-Ginger.
Tumbuh pd daerah yg cukup kena sinar matahari
Khasiat :
Mengurangi lemak tubuh -> mengurangi berat badan, pelangsing.
Sembuhkan cacingan, demam, masuk-angin, gangguan mata, pusing krn deman, nyeri sendi, perut mulas, sakit kuning, peluruh kentut/Karminatif, peluruh dahak/Expectorant, pembersih darah.
Dalam rimpang bangle terdpt zat aktif u tingkatkan aktifitasenzim Lipase u hidrolisis lemak tubuh. Bangle tidak disarankan u ibu hamil. Khasiat bangle dgn herbail lain = ok
Kandungan kimia :
Minyak atsiri (sineol, tinen), dammar, pati, flavonoid & tanin
14. Celery = daun Seledri = Apium Graviolen L.
Yang digunakan : daun & batangnya.
Daun & batang seledri paling byk simpan kandungan aktif yg berkhasiat.
Akar seledri dihindari karma terdapat racun.
Khasiat :
Ringankan gejala hypertensi ringan, normalkan kadar asam urat dlm darah, me(-)i rasa sakit pd sendi akibat asam-urat, lancarkan sirkulasi darah, turunkan tekanan darah, normalkan gula darah, jaga kesehatan jantung, tulang, sendi & atasi infeksi saluran kencing & menetralisir efek degeneratif & radikal bebas.
Kandungan Kimia :
glikosida, Apiin, Isoquersetin, Umbilliferon, Mannite, Inosite, Asparagin, Glutamin, Cholin, Linamaros, Pro-vitamin A, Vit-B, Vit-C.
pada daun : Minyak Atsiri, protein, Kalsium, garam fosfat.
Tidak disarankan : Penderita darah rendah
15. Kumis-Kucing = Orthosiphon Aristatus O.
Khasiat daun :
Meluruhkan batu urin/batu-ginjal, menurunkan kadar gula darah, rematik, anti-radang & melancarkan air seni
Kandungan Kimia :
Senyawa Kalium, glukosida, minyak atsiri, sapotonin, ortosifonida & flavon (sinansetin, cupatorin, scutellarein, tetra-metil eter, salvigenin, rhamnazin)
Kandungan Saponin & Tannin pd daun bisa jg mengobati keputihan. Kandungan ortosifonin & garam Kalium (terutama pd daunnya) adl: komponen utama yg membantu larutnya asam urat, fosfat & oksalat dlm tubuh manusia (terutama dlm kandung kemih, empedu maupun ginjal) shg dpt cegah endapan batu ginjal
16. Mahkota Dewa = Phaleria Macrocarpa
Khasiat buah :
Anti-kanker, anti-tumor, anti-disentri, anti-insekta, hepato-toxic, atasi diabetes, hypertensi, hepatitis, rematik & asam urat
Buahnya mengandung : :
Saponin, Alkaloid, Polifenol, Plavonoid, Lignan, Minyak Atsiri, Sterol (yg berkhasiat sembuhkan berbagai penyakit kronis spt kanker, diabetes mellitus dsb)
Kasiat daun :
Atasi TBC, radang mata & tenggorokan.
Wanita hamil & bayi dilarang konsumsi mahkota-dewa karma kandungan kimianya sangat aktif.
Kelebihan dosis : pusing & mual
17. Paria = Momordica Charantia L.
Khasiat :
Atasi batuk, radang tenggorokan, demam, malaria, nafsu-makan, sariawan. Diabetess, cacingan, disentri.
18. Sambung-Nyawa = Gynura Procumbens L.
Kasiat :
Anti-bakteri, obati jantung, radang tenggorokan, batuk, sinusitis, polip, amandel.
19. Daun Sendok = Plantago Mayor
Khasiat :
Atasi gangguan pd saluran kencing, batu-empedu & prostate (Sembuhkan radang saluran kencing, radang prostate)
20. Mengkudu = Noni
Khasiat buah :
Meningkatkan vitalitas tubuh, menurunkan gula darah & tekanan darah, anti-septic, anti-radang, penyembuhan liver, stroke.
21. Keladi Tikus = Rodent-Tuber = Typhonium Flagelliforme
Khasiat :
Hentikan & mengatasi kanker serta penyakit berat lain seperti hepatitis.
Tidak dianjurkan untuk direbus, hanya akan mengurangi khasiatnya saja.
Sumber : Kumpulan Artikel dari www.lizaherbal.com
Kandungan senyawa :
Minyak Atsiri = Sekuiterpenketon (u/ turunkan panas)
umumnya yg digunakan adl : rimpangnya (warnanya putih kekuningan, rasanya pahit)
2. Kunyit = Curcuma Longa
Kandungan senyawa :
Minyak Atsiri, Curcumin, turmeron & Zingiberen yg berfgs sbg anti-bakteri, anti-oksidan & anti-inflamasi (anti-radang). Selain sbg penurun panas, campuran ini jg dpt meningkatkan daya tahan tubuh.
Umumnya yg digunakan adl : rimpangnya, (warnanya pranye)
3. Sambiloto = Andrographis Paniculata
Seluruh bagian tanamannya dpt digunakan (daun & batang)
Kandungan senyawa : Andrografolid Lactones (zat pahit), diterpene, glucosides & flavonoid yg dpt menurunkan panas, mineral (K, Ca, Na) Andrografolid : u menurunkan gula darah
Penelitian di Thailand bhw : 6 gr sambiloto sama efektifnya dgn parasetamol.
Khasiat : Atasi kencing-manis, meningkatkan kekebalan tubuh, atasi hepatitis, disentri, flu, demam, radang amandel, radang ginjal, paru, bronchitis, atasi kanker, TBC, hypertensi, kusta, keracunan, kencing nanah, kencing manis.
4. Pegagan = Centella Asiatica L. = Daun Kaki Kuda
Tumbuh liar dipadang rumput, tepi selokan, sawah atau ditanam sbg penutup tanah, sbg tanaman sayur, merayap menutupi tanah, daun warna hijau berbentuk spt kipas ginjal.
Hidup ditanah yg agak lembab, cukup sinar matahari atau agak terlindung.
Dapat ditemukan didataran rendah sampai daerah dgn ketinggian 2.5 m dpl.
Kandungan senyawa :
Triterpenoid, saponin, Hydrocotyline & Vellarine.
Kandungan Kimia :
Asam Asiatat, B-Karioneta, B-Kariofilen, B-Elemena, B-Farnesen, B-Sitosterol, Brahminosida, Asam Brahmat, Brahmosida, Asam Sentelat, Asam Sentolat, Asam Elaiodat, Iso-Tankunisida.
Manfaat : untuk penurun panas, re-vitalisasi tubuh & pembuluh darah, memperkuat struktur jaringan tubuh, radang hati disertai kuning.
Pegagan bersifat menyejukkan/mendinginkan, menambah tenaga & menimbulkan selera makan.
Digunakan u memperlancar aliran darah ke otak (makanan otak), shg tajam berfikir & meningkatkan saraf memory otak.
Daun :
Re-Vitalisasi sel & pembuluh darah, anti-infeksi, anti-bakteri, menurunkan panas & demam, diuretic, pembengkakan hati, meningkatkan kesuburan wanita, mengurangi gejala asma, mengobati hipotensi.
Herba :
Radang hati disertai kuning, campak, demam, sakit tenggorokan, asma, bronchitis, radang pleura, radang mata merah, keputihan, infeksi, batu saluran kencing, tekanan darah tinggi/hipertensi, rheumatism, pendarahan (muntah darah, batuk darah, mimisan, kencing darah), wasir, sakit perut, disentri, cacingan, tdk nafsu makan, lepra, TBC, keracunan makanan (jengkol, udang, kepiting), keracunan bhn kimia/obat2an.
5. Temulawak = Curcuma Xanthorhiza Roxb
Tumbuh liar dihutan jati & padang alang2, biasa terdpt ditempat terbuka yg terkena sinar matahari & tumbuh didataran rendah sampai dataran tinggi. Hasil maximal baiknya ditanam pd ketinggian 200-600 m dpl.
Penampilan mirip temu putih, hanya warna bunga & rimpangnya berbeda.
Bunga temulawak berwarna putih kuning atau kuning muda, sdgkan temu-putih berwarna putih dgn tepi merah. Rimpang temulawak berwarna jingga kecoklatan, sdgkan rimpang bagian dalam temu-putih berwarna kuning muda. Temulawak memiliki zat aktif : Germacrene, Xanthor-rhizol, Alpha-Betha-Curcumena, dll.
Manfaat :
Sbg anti-inflamasi (anti-radang), anti-biotik, meningkatkan produksi & sekresi empedu, segarkan badan.
Sejak dulu digunakan sbg : obat penurun panas, merangsang nafsu makan, mengobati sakit kuning, diare, maag, perut kembung & pegal2.
Kegunaan :
Menurunkan kolesterol, panas badan, sakit kuning, radang ginjal, radang kronis, kandung empedu, mencegah peny. Hati, menghilangkan rasa nyeri, menyegarkan badan, perut kembung, sembelit, diare, mengurangi rasa nyeri sendi, pegal linu, rematik, menambah ASI, memulihkan kesehatan stl melahirkan, haid tdk lancer, wasir, tonikum & anti-bakteri.
6. Temu Putih = Curcuma Zedoaria
Tumbuh ditanah yg gembur, subur, mengandung bhn organic yg tinggi, drainase yg baik.
Temu putih dpt tumbuh pd ketinggian 250-1000 m dpl.
Kandungan Kimia :
Ribosome Inacting Protein (RIP), Zat Anti-oksidan.
Kegunaan :
Nyeri waktu haid, tdk datang haid, pembersih darah stl melahirkan, memulihkan gangguan pencernaan makanan, sakit perut, rasa penuh & sakit didada, limpa, anti-kanker, atasi kista, masalah pada perut.
7. Bawang Merah = Allium Cepa L.
Kandungan senyawa :
Minyak Atsiri, Sikloaliin, Metilaliin, Kaemferol, Kuersetin & Floroglusin.
8. Daun Kembang Sepatu = Hibiscus Rosa Sinensis
Selain daun kembang sepatu, dpt jg digunakan daun sirih atau daun kapuk.
Kembang sepatu mengandung : Flavonoida, Saponin & Polifenol.
Daun Sirih mengandung : Flavonoida, Saponin, Polifenol & Minyak Atsiri.
Daun Kapuk mengandung : Flavonoida, Saponin & Tanin.
9. Bawang Putih = Garlic = Allium Sativum
Terbuat dr suing bwg-pth pilihan mjd serbuk kering bwg-pth.
Khasiat :
Menurunkan kadar lemak darah shg mengurangi resiko peny jantung, menurunkan hypertensi, meningkatkan daya tahan tubuh, menormalkan sirkulasi & kolesterol darah, menormalkan penglihatan rabun dekat, memperbaiki sys pencernaan, mengurangi gejala rematik, atasi kesemutan, de-toxifikasi racun & efektif sbg anti-biotik, anti-bakteri, anti-jamur & keputihan.
Kontra :
Tdk dianjurkan untuk darah rendah & pasien alergi terhadap bawang putih & tukak lambung.
Side efek : gangguan lambung
Kolesterol : Salah satu jenis lemak yg dibuat di hati & ditemukan pada makanan hewani.
Kolesterol diperlukan oleh fungsi tubuh yg penting untuk : Membangun dinding sel, lindungi jaringan saraf, membuat hormone.
Bila kelebihan kolesterol akan berdampak negative.
Type kolesterol :
k. Baik = HDL = High Density Lipo-protein : HDL dlm jml tinggi diperlukan u angkut LDL dr darah -> back ke hati u dihancurkan
k. Jahat/Buruk = LDL = Low Density Lipo-protein :Kadar LDL yg tinggi sebabkan : hypertensi, jantung, stroke, gagal ginjal.
Kolesterol sebabkan terbentuknya plak pd dinding pembuluh darah shg pembuluh drh mjd sempit, sp supply Oksigen u jar tbh macet.
Bila pembuluh drh yg macet pd : jantung -> serangan jantung, pd otak -> Stroke, pd ginjal -> gagal ginjal.
Dr. Yu-Yan Yeh : “Garlic include seny = Allir-Sulfur u hambat bio-sintesis kolesterol did lm hati.
Kandungan kimia :
Minyak atsiri, senyawa fosfor, tuberkulodis, dsb.
10. Meniran = Phyllanthus Ninuri L.
Tinggi tanaman hingga 1 m, tumbuh liar, daun berbentuk bulat tergolong daun majemuk bersirip genap.
Seluruh bagian tanaman ini dpt digunakan.
Kandungan senyawa :
Lignan, Flavonoid, Alkaloid, Triterpenoid, Tanin, Vitamin-C, dll.
Manfaat :
Menurunkan panas & meningkatkan daya tahan tubuh.
11. Lidah-Buaya = Aloe-Vera L.
Tumbuh liar ditempat berudara panas tapi sering ditanam di pot & pekarangan rumah sbg tanaman hias.
Kandungan kimia :
Aloin, Barbaloin, Aloe-Emolin, Aleonin, Aloesin
Kegunaan :
Anti-biotik, penghilang rasa sakit, merangsang pertumbuhan sel baru pd kulit, cacingan, susah buang air kecil, sembelit, batuk, diabetes, radang tenggorokan, menurunkan kolesterol.
12. Bee-Pollen
Bee-pollen adl : Serbuk sari bunga jantan yg diambil oleh lebah & digunakan sbg makanan pokok dari seluruh koloni lebah madu. (tepung sari bunga)
Kandungan kimia :
Protein (asam amino bebas), Vitamin (B-Complex & Asam Folat, Vit A-C-D-E), Beta-carotene, selenium, Lesitin, karbohidrat, mineral.
Asam Glutamat : zat aktif u sel jar. Otak, nafsu-makan pd anak, atasi epilepsy.
Kegunaan :
Meningkatkan daya tahan/kekebalan tubuh, memperlambat proses penuaan & menghaluskan muka, menurunkan kolesterol, memperlancar fungsi pencernaan, mengobati asma, meningkatkan kesuburan bagi pria & wanita, lancarkan peredaran darah merah & meningkatkan kadar Oksigen hingga 25% lebih banyak u konsentrasi & daya piker tajam dari anak2 s/d dewasa, tingkatkan stamina & vitalitas tubuh, turunkan kolesterol, atasi asma.
13. Bangle = Zingiber Purpureum Roxb. Purple-Ginger.
Tumbuh pd daerah yg cukup kena sinar matahari
Khasiat :
Mengurangi lemak tubuh -> mengurangi berat badan, pelangsing.
Sembuhkan cacingan, demam, masuk-angin, gangguan mata, pusing krn deman, nyeri sendi, perut mulas, sakit kuning, peluruh kentut/Karminatif, peluruh dahak/Expectorant, pembersih darah.
Dalam rimpang bangle terdpt zat aktif u tingkatkan aktifitasenzim Lipase u hidrolisis lemak tubuh. Bangle tidak disarankan u ibu hamil. Khasiat bangle dgn herbail lain = ok
Kandungan kimia :
Minyak atsiri (sineol, tinen), dammar, pati, flavonoid & tanin
14. Celery = daun Seledri = Apium Graviolen L.
Yang digunakan : daun & batangnya.
Daun & batang seledri paling byk simpan kandungan aktif yg berkhasiat.
Akar seledri dihindari karma terdapat racun.
Khasiat :
Ringankan gejala hypertensi ringan, normalkan kadar asam urat dlm darah, me(-)i rasa sakit pd sendi akibat asam-urat, lancarkan sirkulasi darah, turunkan tekanan darah, normalkan gula darah, jaga kesehatan jantung, tulang, sendi & atasi infeksi saluran kencing & menetralisir efek degeneratif & radikal bebas.
Kandungan Kimia :
glikosida, Apiin, Isoquersetin, Umbilliferon, Mannite, Inosite, Asparagin, Glutamin, Cholin, Linamaros, Pro-vitamin A, Vit-B, Vit-C.
pada daun : Minyak Atsiri, protein, Kalsium, garam fosfat.
Tidak disarankan : Penderita darah rendah
15. Kumis-Kucing = Orthosiphon Aristatus O.
Khasiat daun :
Meluruhkan batu urin/batu-ginjal, menurunkan kadar gula darah, rematik, anti-radang & melancarkan air seni
Kandungan Kimia :
Senyawa Kalium, glukosida, minyak atsiri, sapotonin, ortosifonida & flavon (sinansetin, cupatorin, scutellarein, tetra-metil eter, salvigenin, rhamnazin)
Kandungan Saponin & Tannin pd daun bisa jg mengobati keputihan. Kandungan ortosifonin & garam Kalium (terutama pd daunnya) adl: komponen utama yg membantu larutnya asam urat, fosfat & oksalat dlm tubuh manusia (terutama dlm kandung kemih, empedu maupun ginjal) shg dpt cegah endapan batu ginjal
16. Mahkota Dewa = Phaleria Macrocarpa
Khasiat buah :
Anti-kanker, anti-tumor, anti-disentri, anti-insekta, hepato-toxic, atasi diabetes, hypertensi, hepatitis, rematik & asam urat
Buahnya mengandung : :
Saponin, Alkaloid, Polifenol, Plavonoid, Lignan, Minyak Atsiri, Sterol (yg berkhasiat sembuhkan berbagai penyakit kronis spt kanker, diabetes mellitus dsb)
Kasiat daun :
Atasi TBC, radang mata & tenggorokan.
Wanita hamil & bayi dilarang konsumsi mahkota-dewa karma kandungan kimianya sangat aktif.
Kelebihan dosis : pusing & mual
17. Paria = Momordica Charantia L.
Khasiat :
Atasi batuk, radang tenggorokan, demam, malaria, nafsu-makan, sariawan. Diabetess, cacingan, disentri.
18. Sambung-Nyawa = Gynura Procumbens L.
Kasiat :
Anti-bakteri, obati jantung, radang tenggorokan, batuk, sinusitis, polip, amandel.
19. Daun Sendok = Plantago Mayor
Khasiat :
Atasi gangguan pd saluran kencing, batu-empedu & prostate (Sembuhkan radang saluran kencing, radang prostate)
20. Mengkudu = Noni
Khasiat buah :
Meningkatkan vitalitas tubuh, menurunkan gula darah & tekanan darah, anti-septic, anti-radang, penyembuhan liver, stroke.
21. Keladi Tikus = Rodent-Tuber = Typhonium Flagelliforme
Khasiat :
Hentikan & mengatasi kanker serta penyakit berat lain seperti hepatitis.
Tidak dianjurkan untuk direbus, hanya akan mengurangi khasiatnya saja.
Sumber : Kumpulan Artikel dari www.lizaherbal.com
Langganan:
Postingan (Atom)







